Sevima Luncurkan Teknologi AI untuk Dosen, Dapat Dukungan Kemendiktisaintek

Ilustrasi AI

Perusahaan teknologi pendidikan asal Indonesia, Sevima, resmi meluncurkan produk terbaru berbasis artificial intelligence (AI) untuk mendukung kinerja dosen di perguruan tinggi. Inovasi tersebut mendapat dukungan dari Kemendiktisaintek sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pendidikan tinggi.

Peluncuran teknologi ini difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran sekaligus efisiensi kerja dosen dalam menjalankan tugas akademik. CEO Sevima, Sugianto, menjelaskan produk tersebut dirancang untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar melalui pemanfaatan kecerdasan buatan.

Rekayasa Begal MERR Terbongkar, Mahasiswa Terancam Pasal Laporan Palsu

Menurut dia, sistem berbasis AI dapat membantu dosen mengelola kelas lebih efektif, mulai dari penyusunan materi, pengelolaan pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar mahasiswa.

“Goal kami adalah bagaimana me-leverage teknologi AI agar berdampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan tinggi,” ujar Sugianto.

Puluhan ASN Pemkab Bangkalan Ketahuan Belanja di Mal & Pasar Saat Jam Dinas

Produk tersebut juga dilengkapi fitur assessment otomatis yang memungkinkan proses penilaian berlangsung lebih cepat dan akurat. Selain itu, terdapat sistem prediksi early warning untuk mendeteksi mahasiswa yang berpotensi mengalami kesulitan akademik.

Dengan fitur prediktif itu, perguruan tinggi diharapkan dapat melakukan intervensi lebih dini terhadap mahasiswa yang membutuhkan pendampingan. Langkah tersebut dinilai dapat menekan angka kegagalan studi sekaligus meningkatkan kualitas lulusan.

Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel, Pilot dan Kopilot Tewas

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Jakarta, Henry Togar, menyambut positif peluncuran inovasi tersebut. Ia menilai pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, terutama dalam aspek pengajaran.

“Kami berharap inovasi semacam ini terus berkembang dan membantu dosen menghadirkan pembelajaran yang lebih optimal,” katanya. (btl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
Banner Iklan