Pemkot Surabaya Adakan Membaca Nyaring untuk Tanamkan Literasi pada Anak Sejak Usia Dini

Ilustrasi membaca nyaring orang tua dan anak

Surabaya — Melalui kampanye membaca nyaring (read aloud) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Bunda Literasi Kota Surabaya terus berkolaborasi untuk meningkatkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Kegiatan ini diadakan di Balai Pemuda Surabaya dan ditujukan untuk anak-anak yang belajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bersama orang tua berperan sebagai pendamping utama dalam proses belajar mereka.

Dengan mengusung tema “Dari Suara, Tumbuh Cinta Membaca”, acara ini dipimpin langsung oleh Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya. Konsep membaca nyaring dipilih karena dinilai efektif membangun kedekatan emosional antara anak, orang tua, dan buku.

Sevima Luncurkan Teknologi AI untuk Dosen, Dapat Dukungan Kemendiktisaintek

Rini menjelaskan, karena membaca nyaring tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memberi anak pengalaman belajar yang menyenangkan dan hangat. Dia berpendapat bahwa suara orang tua dan pendamping sangat penting untuk menumbuhkan minat baca secara alami.

“Melalui suara dan didampingi orang tua, guru, dan para pendamping literasi, anak-anak mulai mengenal bahasa, emosi, dan imajinasi. Di situlah benih kecintaan membaca tumbuh, bukan karena paksaan, tetapi karena rasa senang dan nyaman,” ujar Rini, Kamis (12/02).

Rekayasa Begal MERR Terbongkar, Mahasiswa Terancam Pasal Laporan Palsu

Ia juga mengatakan bahwa perkembangan anak akan dipengaruhi oleh kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

“Ketika anak merasa didengar dan ditemani, buku tidak lagi terasa asing, melainkan menjadi sahabat yang menyenangkan. Dari kebiasaan kecil inilah akan tumbuh generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis,” jelasnya.

Anak-anak terlihat sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam sesi dongeng dan membaca bersama selama kegiatan berlangsung. Orang tua juga terlibat secara aktif, duduk berdampingan dengan anak-anak dan membacakan buku cerita secara interaktif. Diharapkan bahwa teknik ini sejak dini dapat melatih imajinasi dan konsentrasi anak, meningkatkan kemampuan bahasa, dan memperkaya kosakata mereka.

Dengan kampanye ini, Pemkot Surabaya berharap budaya membaca dapat berkembang dari lingkungan keluarga, sehingga anak-anak terbiasa membaca buku setiap hari. Generasi mendatang diharapkan lebih kreatif, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan jika mereka memiliki fondasi literasi yang kuat sejak dini.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan bahwa program membaca nyaring merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem literasi yang kuat di Kota Pahlawan.

“Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem literasi di Kota Pahlawan,” ujarnya.

Puluhan ASN Pemkab Bangkalan Ketahuan Belanja di Mal & Pasar Saat Jam Dinas

Agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya, gerakan ini akan berkembang dari pusat kota ke kecamatan dan kelurahan.

“Kami memiliki Taman Bacaan Masyarakat di setiap wilayah yang siap dikembangkan bersama warga. Harapannya, akan muncul duta-duta baca dari kalangan orang tua yang menjadi penggerak literasi di lingkungannya masing-masing,” pungkas Yusuf. (fat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
Banner Iklan