Panduan Makan Sebelum dan Sesudah Lari agar Energi Tetap Stabil
Rilive – Asupan makanan berperan penting menjaga energi saat berlari. Nutrisi yang tepat membantu daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan otot setelah olahraga.
Berdasarkan kajian dalam Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, performa atlet dipengaruhi kondisi fisik, pengalaman latihan, serta kecukupan nutrisi. Rekomendasi gizi sebelum dan sesudah lari juga disampaikan oleh tim kesehatan dari Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada.
Antusiasme Membludak, Pengunjung Jewellery Fair di JCC Antre Beli Emas
Makanan Sebelum Lari
Dua hingga tiga jam sebelum lari, pelari dianjurkan makan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum. Lemak sehat dari alpukat dan kacang membantu cadangan energi. Protein tanpa lemak seperti telur atau dada ayam membantu pemulihan otot.
Sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum lari, pilih camilan ringan seperti yoghurt atau pisang. Minum air putih cukup untuk menjaga hidrasi.
Gajah Ratna Mati Saat Dirawat di R-Zoo & Park, Diduga Gagal Fungsi Ginjal dan Hati
Makanan Setelah Lari
Setelah berlari, tubuh membutuhkan karbohidrat dan protein untuk memulihkan otot. Minuman elektrolit membantu mengganti cairan tubuh. Pisang atau smoothies dapat menjadi camilan pemulihan cepat.
Satu hingga dua jam setelah lari, konsumsi makanan berserat dari sayur dan buah. Tetap minum air putih agar tubuh kembali segar.
Dengan pola makan yang tepat, pelari bisa menjaga stamina dan mengurangi risiko cedera. Nutrisi seimbang juga membantu latihan lebih konsisten. (cen)








