Kebijakan WFH ASN Surabaya, Jumat Diisi Kerja Bakti Bersama Forkopimda
SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberlakukan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat mulai pekan depan. Kebijakan ini tetap disertai agenda kegiatan bagi pegawai.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa ASN tetap menjalankan kerja bakti meski WFH diterapkan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung secara rutin dalam sepekan.
“Setelah kerja bakti bisa pulang. Yang hari Selasa itu di lingkungan kantor masing-masing, hari Jumat barengan,” ujar Eri, Rabu (01/04).
Mudik Lebih Tenang, Pantau Proses Tanah Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku
Ia menjelaskan, kerja bakti dilakukan dua kali dalam sepekan. Pada hari Selasa dilaksanakan di lingkungan kantor masing-masing, sedangkan pada Jumat dilakukan bersama-sama.
“Kalau nanti yang Jumat itu kita akan berbarengan dengan Forkopimda. Jadi ada Dandim, ada kepolisian, kita sudah sepakat kemarin,” katanya.
Selain pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemkot Surabaya juga menyiapkan evaluasi terhadap kinerja ASN selama kebijakan WFH berlangsung. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari potensi long weekend.
“Kerjanya pemerintah ini kan bukan lagi saya lihat kerja. Saya lihat output outcome,” jelasnya.
Eri menambahkan, setiap ASN memiliki tanggung jawab terhadap wilayah masing-masing, termasuk kondisi sosial di tingkat rukun warga.
“Kalau di setiap RW itu ada yang miskin dia tidak tahu, ya maka akan turun penghasilannya dan ada sanksinya,” paparnya.
Wedang Semlo, Sajian Hangat yang Cocok Temani Ramadan
Sebelumnya, pemerintah pusat telah menerapkan kebijakan WFH bagi ASN satu kali dalam sepekan, yakni setiap Jumat. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi efisiensi energi serta mendorong transformasi digital.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pengaturan WFH untuk sektor swasta akan diatur lebih lanjut melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan dengan pendekatan fleksibel. (sit)





