LAMPUNG – Perayaan Idul Fitri di Lampung tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga ajang pelestarian tradisi kuliner. Dua kue khas yang hampir selalu hadir di setiap rumah adalah kue engkak ketan dan kue lapis legit. Keduanya tidak sekadar hidangan, melainkan memiliki nilai budaya dan filosofi yang mendalam.
Kue engkak ketan dikenal sebagai ikon kuliner khas Lampung. Kue ini terbuat dari tepung ketan, santan, gula, dan telur, dengan tekstur lembut serta lapisan tipis yang dipanggang bertahap. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena setiap lapisan harus matang sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Wedang Semlo, Sajian Hangat yang Cocok Temani Ramadan
Secara filosofis, kue engkak melambangkan ketekunan dan kesungguhan. Hal ini sejalan dengan makna perjuangan selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Rasa manis dan gurih yang dihasilkan juga mencerminkan harapan akan kehidupan yang seimbang dan harmonis.
Selain itu, kue lapis legit juga menjadi bagian penting dalam tradisi Lebaran masyarakat Lampung. Meski dikenal di berbagai daerah, pengolahan lapis legit di Lampung memiliki ciri khas tersendiri, terutama dari penggunaan santan dan rempah yang lebih dominan. Proses pembuatannya pun dilakukan secara berlapis dan memerlukan waktu yang cukup lama.
Berbagi di Bulan Ramadan, ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk ASN Terdampak Bencana di Aceh
Makna filosofis lapis legit terletak pada lapisan-lapisannya. Setiap lapisan menggambarkan perjalanan hidup manusia yang penuh tahapan dan proses. Dalam konteks Idul Fitri, kue ini menjadi simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah melewati bulan Ramadan.
Kehadiran kedua kue tersebut tidak hanya memperkaya sajian Lebaran, tetapi juga mempererat kebersamaan keluarga. Proses pembuatannya yang rumit kerap dilakukan secara bersama-sama. Hal ini menciptakan momen kebersamaan yang hangat antar anggota keluarga.
Panduan Makan Sebelum dan Sesudah Lari agar Energi Tetap Stabil
Di tengah modernisasi dan maraknya kue instan, kue engkak dan lapis legit tetap bertahan. Keduanya menjadi simbol autentik tradisi Lebaran di Lampung. Tradisi ini juga menjadi upaya menjaga identitas kuliner lokal agar tetap dikenal generasi muda.
Dengan demikian, kue engkak dan lapis legit tidak hanya menghadirkan cita rasa khas. Lebih dari itu, keduanya menyimpan nilai tentang kesabaran, perjuangan, dan kebersamaan. Warisan kuliner ini menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Lampung yang terus dilestarikan. (mus)








